Confessions of an Economic Hit Man

Judul Buku : Confessions of an Economic Hit Man (Edisi Indonesia)
Pengarang : John Perkins
Penerjemah : Herman Tirtaatmaja dan Dwi Karyani
Penerbit : Abdi Tandur, Jakarta
Sumber : Komunitas Ruang Baca

Confessions of an Economic Hit Man.jpg Inilah "pengakuan dosa" dan kesaksian seorang ekonom bayaran Amerika Serikat yang ditugasi untuk menciptakan ketergantungan ekonomi negara dunia ketiga dan terbelakang (less-developed countries) melalui politik utang kepada negara adikuasa. Membaca buku karya John Perkins--salah seorang economic hit man--ini seperti membaca novel thriller: memukau, provokatif, dan penuh dengan ketegangan batin sang penulis.
Pengalaman pribadinya sebagai ekonom perusak disajikan secara blak-blakan dan terus terang dalam buku ini. Ia menceritakan bagaimana profil seorang agen terselubung hasil rekrutmen National Security Agency (NSA), organisasi spionase Amerika yang paling sedikit diketahui tapi terbesar. Dia telah berkelana ke berbagai pelosok dunia, seperti Indonesia, Panama, Ekuador, Kolombia, Arab Saudi, Iran, dan negeri strategis lainnya.
Tugas utama Perkins sebagai economic hit man (EHM) adalah menerapkan kebijakan yang mempromosikan kepentingan corporatocracy (koalisi bisnis dan politik antara pemerintah, perbankan, dan korporasi) Amerika sambil menyatakan minat mereka untuk mengurangi derajat kemiskinan di negara dunia ketiga yang kaya akan sumber daya alamnya.Perkins dan teman-temannya berperan sebagai agen spionase terselubung. Mereka membuat economics forecast untuk suatu negara klien corporatocracy (seperti telah dilakukan di Indonesia dalam proyek elektrifikasi Pulau Jawa sejak 1970-an) serta membantu penerapan skema ekonometrik yang akan mengucurkan dana jutaan dolar.Perkins dalam bukunya ini memaparkan berbagai cara terselubung--ala kapitalis global yang rakus dan amoral--untuk mengendalikan sejumlah peristiwa dramatis dalam sejarah, seperti kejatuhan Shah Iran, kematian tragis Presiden Panama, Omar Torrijos, dan invasi militer Amerika ke Panama dan Irak. Buku Confessions of an Economic Hit Man--yang diperingatkan banyak kalangan agar tidak ditulis--mengemukakan pemahaman tentang sistem yang memacu globalisasi dan memicu kemiskinan jutaan umat manusia di seluruh dunia.Para agen economic hit man adalah segelintir profesional berpenghasilan sangat tinggi yang mengecoh pemerintahan suatu negeri triliunan dolar. Mereka menyalurkan dana dari Bank Dunia, Asian Development Bank (ADB), dan organisasi bantuan lainnya menjadi dana korporasi raksasa.Sarana mereka meliputi antara lain rekayasa laporan keuangan yang menyesatkan, praktek penyuapan, pemerasan, agen penggermoan (wanita dan seks), serta pembunuhan terencana yang keji. Para EHM seperti Perkins memainkan peranan yang telah menentukan dimensi baru dan mengerikan selama era globalisasi.
Para agen EHM ini bekerja berdasarkan pesan sponsor dari negara adikuasa yang berniat mewujudkan sebuah imperium global untuk melakukan penyesatan skema ekonometrik agar hasil forecast-nya memenuhi syarat untuk memperoleh dana bantuan yang lebih menyerupai utang yang menjerat dan mencekik negara penerima. Dana pinjaman yang begitu besar jumlahnya itu dikucurkan oleh negara kreditor--melalui agen EHM--dengan tujuan utama sebagai alat untuk mencengkeram negara bersangkutan.
Akhirnya, negara penerima utang itu menjadi target yang lunak ketika negara kreditor membutuhkan apa yang dikehendakinya, seperti pangkalan militer, suara di PBB, serta akses yang mudah untuk mengeksplorasi sumber daya alam (minyak bumi, gas, dan emas) yang dimiliki negara penerima utang.
Dana bantuan disalurkan melalui Chas. T. Main, Inc. (MAIN), sebuah perusahaan konsultan multinasional yang bertanggung jawab atas kajian untuk menentukan apakah Bank Dunia seyogianya memberikan pinjaman kepada suatu negara. Dana korporasi global ini juga disalurkan melalui perusahaan Amerika lainnya dalam proyek perekayasaan dan konstruksi. Perkins menyebut di antaranya perusahaan multinasional Bechtel, Halliburton, dan Stone & Webster.Namun, tidak semua pemerintahan tunduk pada model corporatocracy yang dibangun para agen EHM ini. Menurut catatan Perkins, terdapat dua penguasa (elite politik) yang secara berani dan tegas menolak "perselingkuhan" bisnis dan politik dengan EHM ini. Mereka adalah Presiden Panama (Omar Torrijos) dan Presiden Ekuador (Jaime Roldos). Layaknya dalam dunia mafioso, para pembangkang seperti ini, menurut kepentingan corporatocracy, harus dieksekusi mati secara tragis pula. Keduanya tewas dalam suatu kecelakaan pesawat terbang (yang diledakkan dengan bom) dan tabrakan yang mengerikan.Perkins secara jujur meyakini bahwa kematian mereka bukan kecelakaan biasa karena human error, tapi ada tangan terselubung dan sangat rahasia yang dimainkan CIA. Mereka "dihabisi" karena menentang keinginan dan fraternity dengan para pemimpin corporatocracy, pemerintah negara adikuasa, dan perbankan yang berkehendak membentuk imperium global.
Melalui buku Confessions of an Economic Hit Man ini, Perkins juga menyajikan sedikit kesannya ketika ditugaskan di Indonesia, sebuah negeri di Asia Tenggara yang disebutnya "di Timur yang eksotik" (halaman 22-56). Selama berada di Indonesia, ia telah berinteraksi dengan masyarakat marginal di Jakarta dan Bandung yang hidup di kawasan kumuh berumah kardus.
Penugasannya di Indonesia (pada 1970-an) itu untuk membuat rencana strategi energi (to create a master energy plan) di Pulau Jawa. Sebagai ekonom EHM, Perkins ditugasi untuk menghasilkan model ekonometrik bagi Indonesia. Di situlah saatnya para agen EHM memanipulasi data statistik untuk menghasilkan sebuah asumsi ekonomis demi memperkuat kesimpulan yang direkayasa oleh para analis bagi kepentingan corporatocracy.
Sebuah pertanyaan cerdas dan menggelitik muncul berkenaan dengan terbitnya buku Confessions of an Economic Hit Man ini: benarkah IMF pada masa krisis moneter di Indonesia (1997/1998) berperan ganda sebagai agen EHM bagi kepentingan corporatocracy?Banyak pengamat dan analis ekonomi bersikap skeptis pada peran IMF dalam memulihkan perekonomian Indonesia. Di antara mereka itu bahkan menuduh IMF dan Bank Dunia sebagai dua lembaga finansial dunia yang justru membawa Indonesia memasuki jurang krisis yang lebih dalam lagi serta menciptakan ketergantungan yang sangat mengkhawatirkan.

Ayat-ayat Fitna

Judul Buku : Ayat-ayat Fitna
Pengarang : M. Quraish Shihab
Penerbit : Perbit Lentera Hati


Buku ini ditulis oleh M. Quraish Shihab untuk disebarkan secara gratis kepada masyarakat luas. Buku ini tidak bertujuan untuk memberikan sanggahan terhadap film Fitna karya Geert Wilders, Ketua Fraksi Partai Kebebasan (PVV) di Parlemen Belanda. Film ini terlalu buruk untuk memperoleh kehormatan menanggapinya. Film ini sangat jauh dari objektivitas dan persyaratan ilmiah, tidak juga memiliki unsur seni atau ajakan kepada hubungan yang harmonis antar sesama manusia. Oleh karena itu penulisan buku ini untuk menunjukkan kepada umat Islam dan siapapun yang hendak mengenal Islam, dan juga kepada siapapun yang telah terpengaruh oleh film Fitna ini, bahwa sesungguhnya ajaran Islam sangat bertolak belakang dengan apa yang disuguhkan dalam film Fitna tersebut. Sesungguhnya ajaran Islam mengajak kepada kedamaian yang adil dan beradab dan sedikitpun tidak merestui teror.
Buku ini membahas penyelewengan film Fitna terhadap 5 ayat Al Quran, yaitu :
  • QS Al-Anfal [8] : 60
  • QS An-Nisa [4] : 56
  • QS Muhammad [47] : 4
  • QS An-Nisa [4] : 89
  • QS Al-Anfal [8] :39
Pada bab terakhir diuraikan petunjuk Al Quran menghadapi pelecehan-pelecehan yang timbul dan tidak akan berhenti. Dijelaskan bahwa setidaknya ada 2 faktor yang menjadi penyebabnya :
  1. Keangkuhan, yang dilahirkan oleh keterpedayaan akan kemewahan duniawi.
  2. Ketidak tahuan, baik karena informasi yang keliru maupun karena tidak menerima informasi apapun.
Disebutkan juga bahwa tuntunan umum dalam menghadapi pelecehan, adalah sebagai berikut :
  • Meningkatkan informasi yang benar, serta terus berdakwah menjelaskan ajaran Islam
  • Menahan emosi, agar tidak bertindak dengan tidakan yang dapat merugikan citra umat Islam atau jalannya dakwah.
Maka hendaknya kita harus saling menghormati atau tidak melecehkan lambang negara atau ajaran agama apapun.
Silakan mengunduh dalam bentuk eBook buku Ayat-ayat Fitna.

Avatar - The Last Airbender

Judul : Avatar - The Last Airbender

Dari segi cerita, komik / film kartun produksi Jepang ini sangat menarik. Banyak hal-hal yang bisa kita petik. Pada dasarnya film ini mengajarkkan kita tentang keselarasan, baik keselarasan terhadap diri kita sendiri, keselarasan dengan sesama manusia maupun keselarasan dengan alam dan seluruh kehidupannya. Tokoh utama dalam film ini adalah Aang yang merupakan sang Avatar, Katara, Sokka, Toph dan Zuko sang pangeran dari Kerajaan Api.

Diceritakan bahwa dahulu kala ke 4 kerajaan yang ada di dunia ini yaitu Kerajaan Air (Water), Kerajaan Angin (Air), Kerajaan Bumi (Earth) dan Kerajaan Api (Fire) hidup berdampingan secara harmonis. Suatu hari Raja dari Kerajaan Api (Sozin) mengungkapkan keinginannya kepada sahabatnya, Avatar Roku, bahwa ia ingin menguasai seluruh kerajaan yang ada dalam kekuasaan Kerajaaan Api dan meminta Avatar Roku untuk mendukung rencananya tersebut. Tetapi Avatar Roku menolaknya dan menentangnya sehingga terjadilah pertempuran antara kedua sahabat tersebut. Sejak saat itu hubungan antara Raja Sozin dan Avatar Roku pun berubah menjadi permusuhan. Avatar Roku lalu mengasingkan diri dan tinggal di sebuah pulau yang tidak jauh dari kerajaan.

Namun pada suatu hari terjadi bencana letusan gunung berapi di pulau tersebut yang mengakibatkan Avatar Roku tewas karena keracunan oleh gas beracun dari gunung berapi tersebut. Mengetahui hal tersebut Raja Sozin tidak ingin menolong Avatar Roku. karena hanya Avatar Roku lah yang bisa menghalangi rencananya. Avatar Roku ini sangat kuat karena menguasai ilmu dari ke-empat elemen yang ada. Sepeninggal Avatar Roku, Raja Sozin pun mulai melancarkan rencananya untuk menguasai seluruh kerajaan didunia ini. Mulailah Raja Sozin menyerang Kerajaan Air. Kemudian menyerang Kerajaan Angin karena Sozin mendengar kabar bahwa Avatar baru, yang akan menggagalkan impiannya, akan lahir dari Kerajaan Angin. Namun pada saat penyerangan Kerajaan Angin, Sozin tidak menemukan sang Avatar.

Sebelum penyerangan Sozin ke Kerajaan Angin, sang Avatar Aang yang telah menginjak usia 12 tahun sedang berusaha melarikan diri dari Kerajaan Angin. Tetapi dalam perjalanannya Aang yang ditemani sahabatnya Appa, seekor bison raksasa, dihadang oleh badai sehingga Aang dan Appa tenggelam di laut dan terkurung disitu selama beberapa ratus tahun lamanya. Itulah sebabnya pada saat Sozin melakukan penyerangan ke Kerajaan Angin, Sozin tidak dapat menemukan Aang. Namun sejak itu Sozin dan keturunannya tetap memburu keberadaan Aang untuk dibunuh.

Setelah beberapa ratus tahun berlalu, Katara dan kakaknya, Sokka sedang mencari ikan dengan perahu mereka. Namun tiba-tiba dari dasar laut muncullah gunung es yang sangat besar yang ternyata di dalamnya terdapat Aang dan Appa. Dari sinilah cerita berawal. Mulailah petualangan Aang bersama Katara dan Sokka untuk membantu Aang mencari guru dari kerajaan Air, Bumi dan Api untuk dapat mencegah rencana keturunan Sozin untuk menghancurkan Kerajaan Bumi. Dalam perjalanannya tersebut, mereka kemudian bertemu dengan Toph yang memutuskan untuk ikut bergabung. Lalu diceritakan pula akhirnya Pangeran Zuko pun bergabung dengan Aang dan teman-temannya.

Walaupun pada akhirnya Aang berhasil mengalahkan Raja Api, Ozai, tetapi sikap Aang yang tidak ingin membuhun Ozai patut mendapat pujian. Aang mengalahkan Ozai dengan caranya sebagai seorang biksu.

Cerita ini terdiri dari 61 episode yang terbagi menjadi 3 bagian, yaitu :
  • Book 1 : Water - The Journey To The North Arc, 20 episode
  • Book 2 : Earth - The Crossroads of Destiny Arc, 20 episode
  • Book 3 : Fire - The Invasion of the Fire Nation Arc, 21 episode
Film yang cukup menarik dan menghibur untuk ditonton. Bagi yang ingin mengunduh film ini secara lengkap, silahkan klik alamat-alamat yang ada dibawah ini.
- Free Avatar Episode
- Avatar : The Last Airbender Downloads


Video