Mudah dan cepat mengarang novel professional dengan Dramatica Pro

Judul Buku : Mudah dan cepat mengarang novel professional dengan Dramatica Pro
Pengarang : Laksamana Media
Penerbit : ANDI Yogyakarta
Halaman : 191
ISBN : 978-979-29-0601-1
Dramatica Pro merupakan software yang bertujuan untuk membangun dan mengembangkan konsep, ide dan teori mengenai cerita yang ingin Anda tulis dalam sebuah novel.
Dramatical dapat melakukan beragam kolaborasi dan analisis yang bersumber dari ide cerita yang ingin dikembangkan. Novel yang baik adalah novel yang berhasil menarik pembacanya ke dalam dunia cerita, merasakan suasana dan nuansa yang diciptakan, memancing dinamika emosi bersama setiap karakter, konflik dan klimaks yang terpecahkan dengan baik.
Ada 5 konsep perspektif yang merupakan dasar dalam membangun dan mengembangkan ide cerita Anda menggunakan Dramatica, yaitu :

  1. The Story Mind (Inti Cerita)
  2. The Overall Story Throughline (Alur Cerita Keseluruhan)
  3. The Main Character Throughline (Alur Tokoh Utama)
  4. The Impact Character Throughline (Alur Tokoh Pembantu)
  5. The Main Character vs Impact Character Throughline (Alur Tokoh Utama vs Pembantu)
Menciptakan tokoh sangat mudah dilakukan dengan menggunakan Dramatica Pro ini. Tokoh itu selain bisa kita beri nama, kita juga bisa menambahkan beberapa informasi penting terkait dengan tokoh tersebut, seperti Role nya yaitu peran tokoh tersebut dalam cerita, jenis kelamin tokoh tersebut, fungsi tokoh tersebut sebagai single player ataukah sebagai mulply player, identifikasi khusus (main character atau impact character), perwatakan tokoh tersebut (protagonist, antagonist, skeptic, sidekick, contagonist, guardian, reason, emotion). Kita pun bisa menambahkan foto untuk tokoh. Data tokoh pun bisa kita ubah-ubah sesuai dengan kebutuhan. Tokoh yang telah kita buat bisa kita hapus bila tokoh tersebut sudah tidak diperlukan lagi dalam cerita.
Untuk membangun penokohan, Dramatica Pro membagi dalam 4 dimensi penokohan untuk membentuk korelasi antar masing-masing tokoh, yaitu :
  1. Motivation, pendorong tokoh untuk mencapai tujuan.
  2. Methodology, metode atau cara yang digunakan oleh tokoh untuk mencapai tujuan.
  3. Purpose, tujuan yang ingin dicapai oleh tokoh.
  4. Evaluation, penilaian tentang perkembangan tokoh dalam mencapai tujuan.
Hubungan antara masing-masing tokoh yang terbangun melalui keempat dimensi tersebut, diklasifikasikan menjadi tiga, yaitu :
  1. Dynamic, hubungan antar tokoh dengan karakter yang berlawanan sehingga dapat meemunculkan konflik karena tujuan dan motivasi yang berbeda.
  2. Companion, hubungan yang terbentuk dengan karakter yang saling melengkapi dan memperkuat satu sama lain.
  3. Dependent, hubungan yang saling berdiri sendiri dengan karakter yang tidak saling berlawanan namun juga tidak saling melengkapi.
Dari ide cerita kita dapat menuangkannya ke dalam sebuah cerita dengan mudah. Pertama-tama kita akan memasukkannya pada bagian Story Title, yaitu judul cerita yang akan Anda tuangkan. Kemudian berturut-turut kita ketikkan Story Logline, yaitu ringkasan/garis besar cerita baik pada bagian permulaan, tengah maupun pada akhir cerita; Plot Synopsis, yaitu ringkasan alur cerita. Setelah itu Create Your Character untuk menciptakan character-chracter dalam cerita kita, yang bisa terdiri dari nama, peran, deskripsi/gambaran singkat karakter, jenis kelamin dari karakter-karakter dalam cerita.
Untuk membangun cerita, bisa diisi pada bagian Overall Story Goal yang merupakan tujuan inti yang menjadi fokus seluruh karakter dalam cerita. Selanjutnya pada bagian Overall Story Throughline Illustration merupakan ilustrasi tema cerita secara keseluruhan. Kemudian definisikan karakter-karakter dalam cerita, tentukan tema permasalahan antara karakter utama dan karakter lawannya, penyelesaian masalah baik pada karakter utama, menentukan kemampuan karakter utama dalam mengatasi permasalahannya, pendekatan yang dilakukan karakter utama dalam menghadapi permasalahannya, tentukan tipe pemecahann masalah yang sering digunakan karakter utama untuk menghadapi masalahnya. Pada bagian Overall Story Concern merupakan hal-hal yang menjadi perhatian seluruh karakter dalam keseluruhan cerita. Overall Story Outcome digunakan untuk menentukan hasil akhir dari cerita. Pada bagian Overall Story Driven terdapat Overall Story Limit untuk menentukan jenis batasan dalam alur cerita hingga mencapai klimaks cerita.
Pada tahap mengilustrasikan cerita terdapat 4 bagian besar, yaitu Main Character Illustrating, Overall Story Illustrating, Main vs Impack Illustrating dan Impact Character Illustrating. Setiap bagian mencakup subbagian-subbagian yang berisi pertanyaan-pertanyaan yang harus dijawab seputar cerita, karakter utama, karakter lawan dan permasalahan antara kedua karakter tersebut.
Untuk membuat alur cerita sudah disediakan bagian-bagian sebagai berikut :
  1. Plot Progression, untuk memudahkan dalam membuat, mengevalusasi dan membenahi plot cerita.
  2. Plot Overall, untuk membangun alur cerita secara keseluruhan dari novel.
  3. Plot untuk Main vs Impact, membangun hubungan antara tokoh utama dan tokoh impact.
  4. Plot untuk Main Character, untuk menghidupkan tokoh utama perlu dibangun plot tersendiri untuk tokoh tersebut.
  5. Plot untuk Impact Character, untuk menentukan alur cerita bagi tokoh impact.
  6. Tampilan Jendela Plot Progression untuk Evaluasi, untuk melakukan evaluasi terhadap plot yang telah dibuat.
  7. Menggunakan Story Engine, berisi 24 opsi untuk membentuk sebuah cerita.
Theme Browser pada Dramatica Pro digunakan untuk pembentukan cerita. Pada Theme Browser memilih elemen terlebih dahulu lalu akan muncul daftar-daftar topic yang tersedia lalu kemudian menentukan mana yang akan digunakan. Pendekatan Theme Browser membutuhkan pengenalan dan pemahaman yang mendalam terhadap konsep dan istilah yang digunakan dalam program Dramatica Pro ini sehingga Theme Browser dirokemendasikan untuk pengguna Dramatica Pro tingkat lanjut atau bagi yang sudah menguasai Story Guide, Story Engine atau Query System.

Ramalan Jayabaya

BJudul Buku : Ramalan Jayabaya
Pengarang : S. Marwoto
Penerbit : Pustaka Mahardika
Halaman : 206
ISBN : 979-268-530-8

Prabu Jayabaya adalah raja dari kerajaan Kediri yang paling terkenal. Beliau memerintah antara 1130-1157 M. Pada jamannya, Prabu Jayabaya banyak memberikan dukungan dan sumbangan bagi kesusasteraan dan kebudayaan. Juga terdapat pujangga istana, yakni Empu Sedah yang menggubah Kekawin Baratayuda dan Empu Panuluh yang menulis Kekawin Hariwangsa dan Kekawin Gathotkacasraya.
Ramalan Jayabaya merangkum waktu 2100 tahun rembulan, terbagi dalam 3 jaman besar alias Kali ialah Swara, Yoga dan Sangara.
Ratu Adil yang sangat dinanti-nantikan yang dipercaya bisa membawa perubahan yang lebih baik bagi negeri ini yang sudah diambang kehancuran, ditafsirkan sebagai seorang yang mampu menempatkan sesuatu pada tempatnya. Ratu Adil juga mampu menjadi pelindung atau pengayom dari seluruh rakyat tanpa membedakan golongan, tanpa keberpihakan, kecuali hanya berpihak kepada kebenaran hakiki yang bersifat universal. Sulitlah kiranya jika Ratu Adil itu berasal dari salah satu kelompok kepentingan yang dibesarkan oleh kelompok kepentingan itu. Seorang yang dibesarkan oleh suatu partai, tidak berlebihan jika ketika telah berkuasa juga akan memberikan balas budi kepada partai yang membesarkannya. Apa lagi jika partai itu juga dibesarkan oleh sekelompok pengusaha atau sekelompok kepentingan, maka akan terjadi proses balas budi secara berantai yang merupakan sebab awal terjadinya kolusi, manipulasi, korupsi dan nepotisme.
Dalam ramalan Jayabaya, Ratu Adil juga disebut sebagai Ratu Amisan. Kata amisan lebih tepat ditafsirkan sebagai pemimpin yang benar-benar baru tampil, sehingga belum terkontaminasi dengan system percaturan bisnis politik yang sarat dengan berbagai siasat kotor demi kepentingan kelompok dan kekuasaan. Ciri Ratu Adil adalah satriya piningit (ksatria yang tersembunyi) yang ditafsirkan sebagai tokoh baru bagaikan tunjung putih semune pudhak kasungsang / pudhak sinumpet (tokoh yang masih bersih, yang keindahan perangainya bagaikan bunga teratai putih yang wanginya seperti bunga pandan yang masih tersembunyi).
Kata amisan dapat diartikan pula sekali (sepisan) memimpin. Oleh karena itu kata amisan mengandung makna bahwa sang ratu adil itu bukan sosok yang tamak atau haus akan kekuasaan. Seorang ratu adil tidak akan berjuang menghalalkan berbagai cara hanya untuk sekedar mempertahankan atau melanggengkan kekuasaannya.
Ratu Adil itu juga seorang yang mampu sebagai manajer professional negara yang disebut-sebut sebagai natanagara. Natanagara adalah sosok yang mampu mengelola, menyelaraskan serta mempersatukan keberagaman golongan kepentingan dan tingkatan sosial masyarakat sehingga semua kebijaksanaannya akan memuaskan semua lapisan, sehingga dapat dikatakan wadya punggawa sujud sadaya, tur padha rena prentahe (semua pihak taat serta merasa puas terhadap kebijakannya). Jadi sulitlah bila seorang Ratu Adil masih terlibat secara langsung dalam salah satu partai, apalagi menjadi ketua atau penanggungjawab atas jatuh bangunnya partai tersebut.
Ratu Adil Natanegara tidak merasa malas dan juga tidak terlalu bodoh ataupun ceroboh di dalam melakukan pengelolaan Negara secara professional, sehingga tidaklah mungkin menyewakan, menggadaikan, melelang atau menjual asset-aset Negara seperti tambang minyak dan emas demi komisi untuk kepentingan pribadi, partai, kelompok kepentingan atau kroni-kroninya.
Ratu Adil dikenal juga sebagai Herucakra yang berarti payung mustika/lambang pengayoman, persaudaraan serta pelayanan. Herucakra tidak mungkin menempuh money politic untuk mencapai tahtanya.
Selain itu beberapa ramalan Jayabaya yang terjadi saat ini diantaranya adalah :

  • Banyak orang berani melanggar sumpah yang diucapkannya sendiri. Sumpah bukan lagi sesuatu yang sakral. Hukum pun kehilangan supremasinya. Sumpah dianggap sebagai angin lalu yang dengan mudah dibolak-balikkan tergantung kepentingannya. Pejabat bersumpah untuk menegakkan kebenaran dan membela rakyat. Akan tetapi jika kepentingannya terganggu, ia berani berbuat yang melanggar sumpah jabatannya demi nama baik.

  • Hukuman pemimpin tidak adil. Pemegang keadilan sudah tidak berbuat adil lagi. Hukuman memihak kepada yang berkuasa dan berkantong tebal. Pejabat korupsi milyaran dihukum dua bulan atau malah enak-enak tidak dihukum dan masih dapat menikmati kekuasaannya tetapi rakyat maling secangkir beras untuk memberi makan anak istri dihukum dua tahun. Keadilan Ratu Sima tinggal sekedar menjadi dongeng yang seolah tak pernah terjadi. Supremasi hukum yang benar-benar terbebas dari berbagai tekanan hanya utopia. Para Koruptor bahkan sudah berani terang-terangan melakukan perlawanan hukum dengan cara melucuti kewenangan para pemberantasan korupsi dan para hakim yang suka menolong koruptor dan terlibat serta ikut menikmati korupsi juga tidak mau diawasi lagi.

  • Orang yang jelas-jelas salah justru meraih kemenangan dan kesuksesan. Intrik-intrik politik jahatnya mendapatkan ruang leluasa untuk mencapai cita-citanya. Orang yang baik terlempar dari gelanggang. Dunia dipimpin oleh maling, pezina, penipu, penindas, pendurhaka dan koruptor.

  • Kejahatan menjadi-jadi. Kemaksiatan legal di mana-mana, kemunafikan merata di berbagai sisi bisnis dan kenegaraan. Di masyarakat pun angka kriminal menyeruak semakin banyak. Penegak hukum dan kejaksaan yang merupakan pembela kebenaran pun teracuni oleh berbagai kasus suap-menyuap. Dari sini berkembang kemaksiatan dan kemunafikan yang lebih jauh.
Selain ramalan Jayabaya seperti di atas, masih banyak lagi ramalan-ramalan Jayabaya yang telah atau sedang berlangsung di Indonesia saat ini.
Buku ini sangat bagus untuk dibaca, sebagai pengingat bagi diri kita supaya kita tetap ingat kepada Allah SWT. Jadi kekacauan apapun bentuknya yang terjadi di negeri ini, kita bisa menyikapinya dengan lebih tenang.

Video